Jumat ini kelompokku belajar tentang Teori Belajar Kognitivisme.Mau berbagai deh ama kawan2 sekalian.
Teori
belajar kognitif lebih menekankan pada belajar merupakan suatu proses
yang terjadi dalam akal pikiran manusia. Pada dasarnya belajar adalah
suatu proses usaha yang melibatkan aktivitas mental yang terjadi dalam
diri manusia sebagai akibat dari proses interaksi aktif dengan
lingkungannya untuk memperoleh suatu perubahan dalam bentuk pengetahuan,
pemahaman, tingkah laku, ketrampilan dan nilai sikap yang bersifat
relatif dan berbekas.
- Ciri-ciri Aliran Kognitivisme
a)Mementingkan apa yang ada dalam diri manusia
b) Mementingkan keseluruhan dari pada bagian-bagian
c) Mementingkn peranan kognitif
d) Mementingkan kondisi waktu sekarang
e) Mementingkan pembentukan struktur kognitif
b) Mementingkan keseluruhan dari pada bagian-bagian
c) Mementingkn peranan kognitif
d) Mementingkan kondisi waktu sekarang
e) Mementingkan pembentukan struktur kognitif
Belajar
kognitif ciri khasnya terletak dalam belajar memperoleh dan
mempergunakan bentuk-bentuk reppresentatif yang mewakili obyek-obyek itu
di representasikan atau di hadirkan dalam diri seseorang melalui
tanggapan, gagasan atau lambang, yang semuanya merupakan sesuatu yang
bersifat mental, misalnya seseorang menceritakan pengalamannya selama
mengadakan perjalanan keluar negeri, setelah kembali kenegerinya
sendiri. Tampat-tempat yang dikunjuginya selama berada di lain negara
tidak dapat diabawa pulang, orangnya sendiri juga tidak hadir di
tempat-tempat itu. Pada waktu itu sedang bercerita, tetapi semulanya
tanggapan-tanggapan, gagasan dan tanggapan itu di tuangkan dalam
kata-kata yang disampaikan kepada orang yang mendengarkan ceritanya.
Prinsip kognitivisme banyak dipakai di
dunia pendidikan, khususnya terlihat pada perancangan suatu sistem
instruksional, prinsip-prinsip tersebut antara lain:
1.
Si belajar akan lebih mampu mengingat dan
memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika
tertentu
2.
Penyusunan materi pelajaran harus dari
sederhana ke kompleks
3.
Belajar dengan memahami akan jauh lebih
baik daripada dengan hanya menghafal tanpa pengertian penyajian
Adapun kritik terhadap teori kognitivisme
adalah:
1.
Teori kognitif lebih dekat kepada
psikologi daripada kepada teori belajar, sehingga aplikasinya dalam proses
belajar mengajar tidaklah mudah
2.
Sukar dipraktekkan secara murni sebab
seringkali kita tidak mungkin memahami “struktur kognitif” yang ada dalam benak
setiap siswa.
Aplikasi teori belajar kognitivisme dalam
pembelajaran, guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang
mudah dalam proses berpikirnya, anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar
belajar menggunakan benda-benda konkret, keaktifan siswa sangat dipentingkan,
guru menyusun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari
sederhana kekompleks, guru menciptakan pembelajaran yang bermakna, memperhatian
perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar